Nama saya Widya Ariati. Bisa disapa Widya. Saya lahir di Makassar dan sekarang tinggal di sungguminasa, Gowa. Kesehariannya saya di kampus karena masih terdaftar sebagai mahasiswa pasca farmasi Unhas. Selain kuliah, saya beraktivitas sebagai apoteker di salahsatu apotek swasta di Sungguminasa, Gowa.
Saya anak pertama dari 2 orang bersaudara. Adik saya laki-laki. Karena anak pertama, saya lebih sering melakukan banyak hal sendiri dan kurang ingin meminta pendapat oranglain.
Hobi saya membaca, bacaan yang sering sy cari itu, novel. Novel karangan Habiburrahman El Shirazy, yang bisa dengan mudah membawa-perasaankan si pembaca, hehe. Saya tipe orang yang dominan visual jadinya lebih bisa memahami dan mengemukakan pendapat lewat tulisan. Lebih bisa cerewet dengan nyaman dalam tulisan daripada berbicara langsung
Jika memilih lingkungan yang nyaman, saya lebih senang dan nyaman dengan anak-anak. Bermain dan belajar dengan anak-anak adalah hal yang masih menyenangkan bagi saya diusia 25 tahun ini. Karena itu, jadinya masih childish :’) Meski, childish, saya tidak suka ngambek seperti anak kecil J ohya, Kata orang, saya suka senyum. Benar saja, saya pernah diusir dari kelas oleh dosen karena tersinggung.
Bagi orang yang belum akrab dengan saya, mungkin akan menganggap saya pemalu, kalem dan pendiam. Tapi sebenarnya tidak. Hanya saja saya yang kurang mampu bersosialisasi dengan orang baru.
Oleh: Widya Ariati
Di tahun terakhir SMA, saya berkesempatan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi jalur bebas tes dengan melihat nilai rapor SMA, dan kemudian dinyatakan lulus. Sembari menunggu jadwal perkuliahan, saya berlibur ke kampung halaman, rumah om saya. Beberapa hari kemudian, ibu saya merasakan nyeri dan konsultasi ke dokter praktek. Bagi keluarga saya, dokter ini sudah seperti keluarga kami selalu konsultasi dengan beliau. Setelah membicarakan keluhan dan solusi.
Oleh: Widya Ariati
Sewaktu SMA, sekitar tahun 2010, saya pernah terlibat dalam sebuah organisasi keagamaan luar sekolah. Beberapa kegiatannya membuat saya lebih berpikir kritis terhadap segala permasalahan yang terjadi di lingkungan rumah hingga pemerintahan. Namun tidak lama setelah keterlibatan saya di organisasi tersebut, keluarga saya mengetahui dan menolak.
Oleh: Widya Ariati
Saya punya sahabat, dia teman sebangku saya di SMA. Hobinya membaca novel dan berbagai buku motivasi lainnya. Karena setiap hari melihatnya membaca novel di waktu istirahat, saya pun terikut mencoba membaca satu novel yang sudah dia baca dan menceritakan hal-hal menarik dari novel tersebut. Kebiasaan membaca novel itupun masih ada hingga sekarang.
Oleh: Widya Ariati
Sembari memandangi langit kelabu lewat jendela kamarku, aku menengok beberapa peristiwa yang kuanggap kelam dalam hidupku. Sejak kecil, ibu selalu memperlakukan ku secara berlebihan, khawatir berlebihan, memarahi berlebihan dan kadang membuatku tidak nyaman. Kekhawatiran yang berlebihan itu membuat ku tidak bisa memilih sesuatu yang aku inginkan, sekalipun warna baju, ataupun model sepatu. Bukan karena aku tidak pandai memilih, namun karena ibu ku yang selalu khawatir aku salah memilih.