Siapakah Guardians of Peace?
Guardians of Peace (GoP) adalah sekumpulan orang muda dari berbagai penjuru Indonesia yang berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan anti kekerasan.
Mengapa Guardians of Peace Hadir?
KITA Bhinneka Tunggal Ika mempunyai mimpi untuk menghadirkan sustainable positive peace. Untuk mencapai mimpi tersebut, KITA Bhinneka Tunggal Ika memilih jalan pendidikan perdamaian dan anti kekerasan sebagai tumpuan pergerakannya. Sejak tahun 2017, KITA mengagendakan program pendidikan perdamaian dan anti kekerasan yang menyasar pada siswa, mahasiswa, stakeholder, komunitas/lembaga yang terkait dengan perdamaian dan anti kekerasan serta masyarakat umum.
Guardians of Peace adalah program fellowship pengembangan kapasitas dan jaringan komunitas kepemimpinan muda berbasis aksi nyata, dilandasi nilai dan prinsip kepemimpinan perdamaian.
Para Guardians berperan sebagai fasilitator perdamaian dalam misi-misi KITA Bhinneka Tunggal Ika.
Mereka adalah orang muda Indonesia yang terpanggil untuk menyebarkan pendidikan perdamaian dan anti kekerasan. Mewujudkan perdamaian tidak perlu jauh-jauh terjun ke medan perang. Mereka sadar bahwa perdamaian dimulai dari diri sendiri lalu berkembang ke lingkungan sekitar. Selama bergabung menjadi Guardians of Peace, mereka siap untuk menginisiasi dan berkolaborasi untuk terwujudnya perdamaian.
Kolaborator Guardian Of Peace
Apa Kata Mereka?
Naomi Parubak
(Guardians of Peace 1) asal Makassar
Saya sungguh merinding saat menyadari ada orang yang bekerja secara sukarela untuk hal yang sangat mulia, memperjuangkan perdamaian. Di GoP, saya belajar memahami diri saya dan berdamai dengan diri melalui cara-cara sederhana.
Ainul
(Guardians of Peace 2) asal Makassar
Di GOP, paradigma saya tentang cara menyikapi hidup seolah diruntuhkan. Saya banyak belajar dari kelas PLC bahwa ada sebuah metode yang lebih bijak dalam menjalani hidup.
Rendi Suryadi
(Guardians of Peace 3) asal Bandung
KITA Bhinneka Tunggal Ika seperti Tenzing, pemandu pendakian Gunung Everest. KITA menjelma sebagai pemandu jalanku. Setelah bergabung dengan GoP, aku belajar cara menerima diri dan hidup selaras dengan alam. Aku sadar semakin jauh kita melangkah, ternyata perbedaan itu semakin nampak.
Ruth Stephanie Audrey Sinaga
(Guardians of Peace 4) asal Medan
Di Indonesia, organisasi seperti ini masih sedikit. Anak-anak GoP sangat humble dan tidak toxic. Sebagai anak introvert, kondisi ini membuat aku nyaman dan berani berbicara ketika kelas dan memimpin check in. Ini akan aku ingat sebagai pengalaman yang baik.
Mutmainnah
(Guardians of Peace 9) asal Makassar
Bergabung dengan Guardians of Peace adalah langkah pertama saya dalam menjawab kegelisahan.Saya datang dengan banyak pertanyaan, tetapi justru menemukan begitu banyak makna. Sebelumnya, saya telah terlibat dalam beberapa program pendidikan perdamaian. Namun, di Guardians of Peace, saya menemukan why yang lebih kuat, alasan mendalam mengapa isu ini penting untuk terus diperbincangkan dan dibumikan, terutama bagi anak muda sebagai pemimpin masa depan.
Randy Lorena
(Guardians of Peace 9) asal Surabaya
Guardians of Peace menghadirkan cara belajar yang berbeda. Menyenangkan, relevan, dan penuh makna. Saya diajak memahami urgensi kepemimpinan perdamaian yang komprehensif dan mudah dipahami., Ruang belajar dibentuk dengan pendekatan yang membumi dan mudah diterapkan. Mengikuti GOP rasanya seperti menemukan kunci baru untuk memimpin dan bergerak dengan hati.
Oleh: Elok Nur Latifah
Saya bertemu babak baru, babak yang tidak pernah saya rencanakan, tidak pernah sedikit pun saya menginginkannya.
Tapi Tuhan sudah menggariskannya, sudah merencanakannya, yaitu babak kehilangan. Pelajaran hidup tentang kehilangan orang yang sangat amat saya cintai. Mama saya. Dunia serasa runtuh, hancur lebur.
Tapi hidup harus tetap terus berjalan, bukan?
Oleh: Ermawati
Setelah mengikuti Guardians of Peace pada Mei 2024 sampai saat ini, saya memiliki banyak cerita menarik, pelajaran serta pengalaman yang positif tentang perdamaian dan kepemimpinan, dan yang sangat berkesan. Saya juga berkesempatan melaksanakan project perdamaian secara offline yaitu "Peace Goes to School" yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran tentang nilai perdamaian dalam pencegahan bullying.
Ketika saya disuruh bercerita, entah mulai dan berhenti di bagian mana, karena selalu ada kesan penuh cinta disetiap kisahku dalam Guardians of Peace. Tentunya, banyak perubahan positif yang saya rasakan dalam perjalanan selama bergabung menjadi Guardians of Peace terutama sebagai ibu rumah tangga dan seorang dosen.
Itu yang kurasakan pada saat pertama kali mendaftar dan bergabung dengan Guardians of Peace #6. Awalnya, saya mendaftar kegiatan ini karena ingin mendapatkan teman-teman baru dan juga kegiatan tambahan karena merasa hidup yang mulai monoton hanya dengan rutinitas yang itu-itu saja. Di sisi lain juga ada harapan ingin menambah nilai plus dengan menambah wawasan. Ternyata langkah ini tepat, tentu saja bukan karena hanya kebetulan, tapi juga dampak yang kurasakan melalui refleksi, salah satunya. Kata yang paling sering kudengar di program ini.
The Fellowship of Peace
Damai tidak lahir begitu saja — ia diperjuangkan, dipelihara, dan disebarkan.
Bersama dalam The Fellowship of Peace, para Guardian muda bangkit untuk membangun dunia yang lebih damai, adil, penuh cinta, dan tanpa kekerasan.