Chitra Dewi, lahir di Ujung Pandang. Putri bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Rasyid Kali (Alm.) dan Ibu Hasnah Karim. Menyelesaikan Pendidikan S-1 di STIK Makassar program studi Kesehatan Masyarakat peminatan Epidemiologi (2008-2012). Kemudian melanjutkan Pendidikan S-2 pada Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin dengan bidang kajian yang sama (2013-2015).
Aktif melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada Program Studi Kesehatan Masyarakat STIK Makassar. Tertarik pada hal kesehatan, preventif, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan diri. Penikmat air mineral yang senang dengan bacaan fiksi, sajak & motivasi.
Oleh: Chitra Dewi
Seberapa sering kita mendengar kata ini? Atau mungkin mengucapkannya dalam dalam interaksi kita dengan orang lain?Seberapa sering kita merasa bahagia atau bahkan kecewa karena sebuah 'percaya'? Atau seberapa kuat usaha kita untuk membangun sebuah 'percaya'?
Oleh: Chitra
Hidup akan bergulir. Setiap perjalanan akan menyisakan tantangan. Bahkan tak jarang kita menyebutnya sebagai masalah. Masalah hadir kadang membawa khawatir. Berujung terkikisnya sabar. Namun bukankah setiap masalah yang Dia ciptakan untuk menguji hambaNya yang beriman? Untuk setiap masalahmu, tantangan hidupmu, tak ada yang perlu dikhawatirkan, Hakuna Matata.
Oleh: Chitra Dewi
Sering kali yaa kita dengar kata ini, kadang kita sendiri mengucapkan atau bahkan orang lain. Dari artinya sendiri, respect artinya menghormati. Nah, sekarang pertanyaannya sumber rasa 'respect' ini dari mana sih? Apakah dari dalam diri kita sendiri? Atau dengan melihat orang lain sehingga kita menghormati?
Oleh: Chitra Dewi
Mungkin diantara kita ada yang usia belia (termasuk saya 🤣) atau bahkan ada yang sudah memasuki usia dua, tiga, empat atau bahkan lima dekade hitungan usianya Sepanjang perjalanan hidupmu, pasti pernah mendengar tentang kata 'Mimpi'. Semua dari kita pernah bermimpi, bercita-cita, atau merancang cerita.
Oleh: Chitra Dewi
Jika mimpi KITA dimulai dari APA, maka akan lebih banyak menemukan rasa gelisah, tidak nyaman, bosan, bahkan hampa ditengah hidup. Namun jika memulai dari MENGAPA, sejatinya KITA punya alasan mendasar, ada antusiasme yang besar, dan mendapatkan kebahagiaan karena inner peace/ pesan dari Tuhan. Kalau menurut Pak @ary.ginanjar didalam ilmu ESQ secara kompleksnya, mimpi
Oleh: Chitra Dewi
Konflik yang hadir menyapa kita karena ekspektasi yang kita ciptakan sendiri, karena mimpi-mimpi yang belum terwujud, ketidakmampuan kita dalan mengelola perbedaan, atau bahkan ketidakmampuan kita dalam beradaptasi. Sampai kapanpun, semua konflik akan selalu hadir dalam ruang kehidupan kita, karena secara alamiah.
Oleh: Chitra Dewi
Pasang ekspresi bingung, trus bergumam, untuk apa belajar perang? Sampai melontarkan pendapat, "Apapun alasannya perang tidak baik!” Hmm.. Perang dan Perdamaian memang 2 kata yang sering bergandengan yaa *eh. Di awal pertemuan, deskripsi perang secara universal sempat dibahas. Namun, setelah mengikuti keseluruhan, esensinya lebih sederhana.
Oleh: Chitra Dewi
Sudah berapa lama kita akrab dengan masalah/ pertentangan hidup? Selama akrab, pernahkah kita mencoba menelisik makna kehadirannya? Bisa jadi kehadirannya karena Wake up call. Iyes, tanda dari Tuhan karena selama ini kita terlanjur menikmati jalan hidup yang datar saja. Serasa auto pilot. Padahal peristiwa berat yang hadir ad/ moment untuk bisa bangkit. Misalnya: Peristiwa kehilangan orang-orang yang disayangi. Flip & swith. Menyadari kalau dalam setiap peristiwa ada pesan.