Saya bekerja di Yayasan Aceh Hijau sebagai project manager, pada bidang pengembangan generasi muda khususnya remaja melalui program PEULARA yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan pengorganisasian pemuda dan remaja untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan terutama pada isu yang berhubungan dan berdampak terhadap mereka.
Bergabung di GOP 6 adalah salah satu kesempatan yang saya syukuri. Selain mendapatkan koneksi baru, saya juga mempelajari hal-hal yang mengubah persepsi saya, terutama bagaimana hal kecil dalam diri kita bisa berkontribusi mewujudkan perdamaian. Awalnya saya merasa, GOP mungkin seperti kelas-kelas online pada umumnya, namun pendekatan dan materi yang sangat personal membuat saya merasa harus merefleksikan setiap pelajaran yang saya dapatkan. Melalui kegiatan ini, saya lebih mengenal diri saya sendiri baik kekuatan dan kelemahan melalui idetifikasi nilai-nilai kepemimpinan. Selain itu, saya juga mempelajari bagaimana cara mengontrol diri dengan sadar apa yang kita lakukan dan rasakan.
Satu hal yang membuat saya bangga adalah bertemu dengan mentor (commander dan captain) yang benar-benar sangat baik, menyampaikan setiap materi dengan hati dan mengelola kelas dengan menyenangkan. Saya cukup amazed bahwa kelas online bisa semenyenangkan ini. So, keep it up commander and captain!
Saya berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut, khususnya sesi rutin untuk GOP 6, udah kangen :)
Bukan Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Oleh: Maulina Sari
Itu yang kurasakan pada saat pertama kali mendaftar dan bergabung dengan Guardians of Peace #6. Awalnya, saya mendaftar kegiatan ini karena ingin mendapatkan teman-teman baru dan juga kegiatan tambahan karena merasa hidup yang mulai monoton hanya dengan rutinitas yang itu-itu saja. Di sisi lain juga ada harapan ingin menambah nilai plus dengan menambah wawasan. Ternyata langkah ini tepat, tentu saja bukan karena hanya kebetulan, tapi juga dampak yang kurasakan melalui refleksi, salah satunya. Kata yang paling sering kudengar di program ini.
2025 : Perjalanan Refleksi Diri
Oleh: Maulina Sari
Tahun 2025 menjadi fase refleksi dalam hidupku, ditandai dengan perubahan peran, berkurangnya pendanaan, dan perpisahan dengan banyak rekan kerja. Di tengah ketidakpastian, aku memilih bertahan dan beradaptasi, hingga menemukan kembali makna melalui proses refleksi diri.
Dari situ, lahir berbagai inisiatif pemberdayaan anak muda seperti SIRAH, NGOBSAN, YES, dan Jelajah Asa. Perjalanan ini mengajarkanku untuk tetap bertumbuh, melihat tantangan secara lebih positif, dan menemukan arah baru dengan semangat kolaborasi dan kebermanfaatan.