2025 : Perjalanan Refleksi Diri
oleh Maulina Sari
2025 : Perjalanan Refleksi Diri
oleh Maulina Sari
Tahun 2025 menjadi tahun yang berbeda bagiku, tahun yang penuh tantangan, namun juga sarat pelajaran bermakna. Jika di tahun-tahun sebelumnya awal tahun selalu dipenuhi kesibukan proyek ini dan itu, kali ini aku menghadapi perubahan yang cukup besar dalam perjalanan kerjaku.
Tahun lalu, aku resmi melepaskan jabatan sebagai project manager khususnya untuk isu yang berkaitan dengan anak dan pemberdayaan pemuda dan kembali menjadi staf program umum. Keputusan ini bukan karena kinerjaku menurun, melainkan karena banyak proyek yang terhenti karena berkurangnya pendanaan, termasuk dampak dari kebijakan Presiden Trump yang menarik dukungan USAID dari berbagai negara, serta kondisi pemerintahan yang saat itu belum stabil. Kondisi itu membawa pengaruh signifikan, dampaknya sangat terasa bagi lembaga tempatku bekerja, sebuah LSM (Lembaga swadaya Masyarakat) di Aceh. Di saat yang sama, aku juga mengalami penyesuaian pendapatan. Di sisi lain situasi tersebut juga menyebabkan pengurangan staf, yang membuatku harus berpisah dengan banyak rekan kerja yang bahkan sudah terasa seperti saudara sendiri. Tidak mudah untuk menerima dan beradaptasi, terlebih aku adalah orang yang menikmati suasana ramai dan interaksi yang intens, kini harus menghadapi suasana baru tanpa kehangatan mereka dengan situasi yang lebih senyap.
Awal-awal menghadapi keadaan ini, cukup menguras banyak energi, aku bertanya berulang kali, apakah situasi ini akan membaik, atau sekedar berfikir apakah aku harus melanjutkan perjalananku disini atau mencari peruntungan di tempat lain yang bahkan aku juga belum tahu harus kemana dan melakukan apa. Tak banyak orang yang bisa kudiskusikan hal ini, atau sekedar meluapkan emosi. Saat itu, hal yang terpikirkan olehku hanya satu, mencoba menjalani apa yang aku punya saat ini. Terlebih aku juga menyadari bahwa Lembaga tempat ku bekerja telah berkotribusi banyak untuk ruang bertumbuhku, tidak mungkin aku pergi saat kondisi nya sedang membutuhkan banyak kekuatan untuk menopangnya.
Hari demi hari dilewati, peran yang sebelumnya mengelola proyek, kini beralih untuk mendukung pelaksanaan proyek divisi lain yang dijalankan, terkadang menjadi pelatih, terkadang juga mengelola pelaksanaan kegiatan, atau membantu pengelolaan kegiatan untuk isu yang bukan menjadi ekspertis utama ku.
Jika sebelumnya memiliki waktu luang yang cukup lama menjadi sebuah kemewahan, maka tahun itu, aku menjadi kaya, akan waktu luang yang jika sebentar terasa nikmat, namun akan terasa sangat membosankan jika berlebihan.
Perjalananku di 2025, memberikanku kesempatan untuk lebih mengenal diri, memahami caraku bekerja sera membuka jalanku sendiri tanpa terbatas oleh tanggung jawab pekerjaan. Memiliki dukungan lingkungan kerja yang baik, atasan yang suportif serta teman-teman yang positif menjadi salah satu faktor penting dalam proses bertumbuhku di 2025. Satu hal yang berubah secara sifnifikan, tentunya, cara pandangku dalam memahami keadaan dan situasi meskipun dalam bentuk tantangan, menjadi lebih positif. Dalam perjalanan ini, aku juga merasa membangun hubungan lebih sehat dan kuat dengan teman-teman dan lingkungan kerjaku.
Pikiran yang kembali ke jalan yang baik, mulai menunjukkan dampaknya. Sambil menjalankan aktivitas utama untuk mendukung project divisi WASH, aku mengajak teman-teman untuk menginisiasi program SIRAH (Sekolah Inspirasi Ramadhan), sebuah program pelatihan bagi siswa SMA di bulan Ramadhan yang berfokus untuk menguatkan remaja untuk memperkuat kapasitas remaja dalam kepemimpinan, keterampilan hidup, serta pemahaman terhadap isu-isu disekitar mereka termasuk isu kesehatan mental. Kegiatan ini dilaksanakan sukarela dan berhasil dilaksanakan di 4 sekolah dengan baik dan mendapat respon positif dari sekolah. Dalam program ini, aku berperan sebagai koordinator serta pelatih. Aku bersama teman-temanku bersama-sama merencanakan, menyiapkan bahan pelatihan, serta melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah yang disasar. Semua anggota tim mengambil peran nya masing-masing.
Inisiasi-inisiasi ini tidak berhenti disitu, banyak kegiatan lainnya yang terlaksana, seperti NGOBSAN (ngobrol santai), program online yang turut mendatangkan pembicara inspiratif bagi untuk belajar dan diskusi bareng. Disini, aku memanfaatkan sumberdaya koneksi yang kupunya, mendorong teman-teman ku yang ahli dalam berbagai bidang untuk menjadi pembicaranya. Selain itu, aku juga mengelola kegiatan YES (youth empowerment series), program pemberdayaan anak muda yang dilaksanakan secara hybrid, inisiasi alumni AIMEP (Australia-Indonesia Muslim Program). Program ini awalnya menjadi project pribadiku, namun aku merasa bahwa project ini memiliki visi yang sama dengan Lembaga tempat ku bekerja, sehingga aku mengarahkan agar bisa dikelola bersama oleh Lembaga ku.
Salah satu hal menarik lainnya yang menjadi inisiasi di tahun 2025 adalah saat aku berdua dengan temanku, Hijrah menginiasiasi program ‘Jelajah Asa’, program yang lahir untuk memaksimalkan rencana liburan ke Pulau Banyak, Aceh Singkil. ‘Jika hanya sekedar liburan, rugi sepertinya’, pikiran kami saat tersambung via telepon, sambil merencanakan perjalanan di Pulau banyak. Hijrah merupakan putri daerah Aceh Singkil yang memahami betul tantangan pendidikan disana, dimana banyak anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi karena rendahnya motivasi serta keterbatasan biaya. Terlebih, tinggal di area terpencil juga membuat mereka takut untuk merantau untuk melanjutkan pendidikan. Program ‘Jejalah Asa’ ini adalah pelatihan bagi siswa SMA/sederajat untuk mengenal diri dan minat diri, merencanakan masa depan, serta sosialisasi pendidikan tinggi serta beasiswa yang tersedia.
Lagi-lagi, melihat visi program ini sesuai dengan lembaga ku, aku coba mengajukannya kepada atasanku, untuk memberikanku izin turun lapangan, serta membawa nama lembaga. Saat itu, tawaranku hanya satu, mengizinkanku mengubah rencana cuti liburan menjadi perjalanan lapangan, sehingga jatah cutiku tidak berkurang. Aku tidak keberatan menggunakan dana pribadi, karena rencana liburan kami bertransformasi menjadi tujuan lebih besar.
Niat baik akan menemukan jalannya.
Begitupun rencana kami, yang awalnya berdua, kemudian didukung oleh Yayasan untuk dukungan ATK, serta persiapan, kemudian juga beberapa anak muda Aceh singkil dan 1 temanku dari banda sceh (yang menyusul) juga turut membantu pelaksanaan kegiatan secara sukarela disana. Pelaksanaan kegiatan berhasil dilaksanakan di 3 sekolah dan 2 desa.
Penerapan Value
Berdasarkan refleksi perjalananku di 2025, aku merasa telah menerapkan beberapa prinsip dan dan nilai sebagai berikut :
Kepercayaan (trust) : dalam menjalankan ketulusan (sincerity) serta terus belajar (continuous learning
Cinta (love) : Melalui pengelolaan harapan dan kekhawatiran (manage hope and worries), serta mencintai dengan tepat melalui pelaksanaan kegiatan yang aku suka da juga bermanfaat bagi orang lain
Pertanggung Jawaban (Responsibility) : Melalui upaya refleksi, keinginan untuk terus bertumbuh menjadi lebih baik, serta siap menerima masukan dan koreksi
Tanpa kekerasan (Non-Violence) : tidak menghakimi (no prejudice), serta berupaya untuk menyelesaikan masalah dengan cara kreatif
Kebenaran (truth) : dalam menerima keadaan, mengelola komunikasi yang efektif
Kekitaaan (we-ness) : dalam menentukan tujuan bersama serta menjaga semangat kolektif, kolaboratif, kebersamaan, serta merangkul semua tanpa membeda-bedakan.
Terkadang menghadapi masa sulit membawa kita lebih dekat dengan diri sendiri.
Perjalananku di 2025, memberikanku kesempatan untuk lebih mengenal diri, memahami caraku bekerja sera membuka jalanku sendiri tanpa terbatas oleh tanggung jawab pekerjaan. Memiliki dukungan lingkungan kerja yang baik, atasan yang suportif serta teman-teman yang positif menjadi salah satu faktor penting dalam proses bertumbuhku di 2025. Satu hal yang berubah secara sifnifikan, tentunya, cara pandangku dalam memahami keadaan dan situasi meskipun dalam bentuk tantangan, menjadi lebih positif. Dalam perjalanan ini, aku juga merasa membangun hubungan lebih sehat dan kuat dengan teman-teman dan lingkungan kerjaku.