Bismillah. Saya Isfawati Karim biasa dipanggil Ifa. Saya anak pertama dari 2 bersaudara. Nama bapak saya ABD. Karim, mama saya Hasnah dan adik saya Nurul Umrah. Saya orang yang suka berorganisasi dan ikut kegiatan dari SD sampai sekarang. Saya orang gampang beradptasi dengan lingkungan baru, suka dengan tempat yang baru, jalan, bicara atau diskusi dan ketawa jadi susah diam, fleksibel. Intinya suka terhadap sesuatu yang bersifat social, lingkungan dan pendidikan.
Oleh: Isfawati
Trust (kepercayaan) akan muncul jika competenece (kemampuan) ditambah dengan Integrity (integritas) kemudian ditambah lagi intimacy (kerukunan) lalu dikurangi dengan Self Interest (egois). Yang paling digaris bawahi adalah Self Interest. Dimana, SI ini perlu dikontrol hingga tidak mengurangi bahkan menghilangkan trust itu sendiri.
Oleh: Isfawati
Teringat kejadian saat kehilangan orang yang sangat berarti (Antoa/Nenek) selama-lamanya. Kejadian itu saya respon dengan sangat frustasi sehingga meraung tak karuan mulai sakaratul maut sampai di bawah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Lanjut saat ta'syiah. Rasa itu tak menerima karena beliau yang menemaniku dari kecil.
Oleh: Isfawati
Terlintas dibenak tentang menghormati. Hal ini menimbulkan sikap menghargai dan memahami perbedaan ataupun kelebihan orang lain. Menurunkan ego lalu menerima. Apakah itu dimiliki semua orang? Nuranilah yang mengetahuinya. Sama halnya pandemi Covid 19 ini. Kita telah dihimbau untuk tetap #dirumahsaja dan berbagai kebijakan pemerintah maupun tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan covid 19 untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Bentuk respect kita adalah memiliki keasadaran tentang bahaya virus.
Oleh: Isfawati
Karena adanya rasa ingin lebih baik dari orang lain (self interest), tidak bisa menerima perbedaan, respon orang lain terhadap kita yang tidak sesuai, prasangka (prejudice) buruk dan suka membandingkan seseorang dengan orang lain. Secara garis besar terjadinya konflik itu karena ketidakmampuan.