Tentang latar belakang pendidikan, karir, passion/fokusmu, inisiatif-inisiatifmu saat ini sampai dengan juga motivasimu mengikuti felowship ini.
Perkenalkan nama aku muhammad widzar mumtaz syah, orang-orang biasa memanggilku zar, saat ini aku sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan jurusan Ilmu Pemerintahan, sejak aku duduk di bangku SMA, aku memiliki ketertarikan isu di bidang perdamaian, isu perdamaian ini diperkenalkan langsung oleh Maarif Institut lewat sebuah acara pelatihan kepemudaan bernama Jambore Pelajar Teladan Bangsa 2022, karena isu ini aku jadi lebih banyak meluangkan waktu dan fokus pada isu perdamaian, keberagaman, dan ke indonesiaan, dimulai dari lebih seringnya memperhatikan berita dan bahasan – bahasan diskusi ataupun tempat angkringan kami yang mulai membahas bagaimana jika Indonesia menggunakan spririt adat adat nya dalam membangun Indonesia, tentu hal yang sangat luar biasa bukan, jika terjadi. Indonesia dengan kitab La galigo nya atau pun konsep Tri Silas nya, namun hal ini tentu bisa dicapai dengan adanya kerukunan antar umat dan warganya, hal ini bisa aku rasakan ketika mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang fasilitator pada acara Maarif Institut dari tahun 2023, 2024 dan Kemdikbud RI pada acara Tunas Bineka bacth 1 dan batch 2, banyak sekali peserta yang datang dari berbagai macam tempat yang berbeda dengan karakteristik dan semangat yang beragam, bayangkan jika keberagaman yang kaya ini bisa di kolaborasikan menjadi suatu hal yang bermanfaat.
Maka dari itu untuk merajut spirit dan karakteristik guna menjadi pemimpin yang inklusif diperlukan berbagai macam pelatihan dan kegiatan dalam mengimplemetasikan nya, aku melihat bahwa program Fellowship Guardian Of Peace yang di inisiasi oleh KITA Bhinneka Tunggal Ika, dapat menjadi sebuah wadah pembekalan diri dengan berjejaring dan mengimplemetasikan nya lewat peace project yang dilaksanakan di 5 daerah di Indonesia
Besar harapanku, dapat diberikan kesempatan untuk belajar dan berbagi ilmu, bersama teman teman dari KITA Bhinneka Tunggal Ika, terimakasih atas peluang dan kesempatan yang sudah diberikan
Oleh: Widzar
Berangkat dari pengalaman di Jambore Pelajar Teladan Bangsa sejak 2022, saya menyadari bahwa semangat perdamaian sering kali hanya bertahan selama kegiatan berlangsung. Keresahan ini mendorong saya untuk memperkuat kapasitas dengan mengikuti pelatihan Guardian of Peace, lalu mengimplementasikannya melalui program Education for Peace di Surabaya sebagai fasilitator yang terjun langsung ke masyarakat.