PROFIL

Yayasan Kita Bhinneka Tunggal Ika resmi dikukuhkan pada tanggal 14 Mei 2015 bersamaan dengan dilaksanakannya Muktamar Kita Bhinneka Tunggal Ika untuk pertama kalinya yang diadakan di kantor
Sekretariat KITA Bhinneka, Makassar. Yayasan ini didirikan oleh beberapa anak muda yang gelisah menyaksikan fenomena kekerasan yang marak diberitakan oleh media massa, bahkan ada pula diantaranya yang pernah ikut terlibat langsung dan mengalami sendiri konflik yang berhujung pada perkelahian antar suku, agama, ras dan golongan. Krisis perdamaian semacam ini tidak seluruhnya tersebar merata di setiap penjuru nusantara, melainkan hanya di beberapa titik wilayah yang rentan akan potensi perkelahian dan aksi kekerasan. Oleh sebab itu KITA Bhinneka hadir untuk menyebarkan semangat perdamaian ke segala penjuru nusantara sehingga tidak ada lagi aksi kekerasan yang terjadi melainkan keselarasan dan harmonisasi antar Bangsa Indonesia.

Nama Kita Bhinneka Tunggal Ika merupakan gabungan antar suku kata KITA dan semboyan Negara Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Kita dalam KBBI memiliki arti kesatuan perasaan antar kita: fungsi
ideology dalam membangun sikap, dan merupakan kata yang bersifat mementingkan kebersamaan dalam menanggung suka duka (saling membantu, saling menolong, dan sebagainya). Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno dan seringkali diterjemahkan
dengan kalimat “berbeda-beda tetapi satu”. Maka KITA Bhinneka Tunggal Ika kam i ter j emahkan sebaga i nama yang dapat merepresentasikan semangat gotong royong dan kebersamaan

Kita khususnya dalam Bahasa Bugis/Makassar memiliki artian yang berbeda dari pengertian umum yang berlaku dalam Bahasa Indonesia. Kita dalam konteks Bahasa Daerah Sulawesi Selatan memiliki arti
kamu/kau/anda namun dengan level kesopanan yang sangat tinggi. Kata kita (dibaca: kita’) merupakan kata panggilan yang disematkan terhadap seseorang yang sangat dihargai dan dihormati, dan memiliki
esensi yang kental atas nilai kearifan lokal. Nilai-nilai sopan santun dan penghargaan terhadap orang lain inilah yang kami serap dan kami jadikan pula sebagai salah satu dasar utama dalam pemilihan nama KITA Bhinneka Tunggal Ika sebagai nama yayasan perdamaian yang tengah kami jalankan ini. Bangsa Indonesia terkenal dengan keramahan orang-orang dan tata kramanya. Bukan tentang perkelahian dan kekerasan. Negara kita acap kali menjadi Negara yang dituju apabila ada negara lain yang hendak belajar soal pluralisme dan toleransi. Karena itu, mari lah kita merawat nama harum Bangsa Indonesia dengan terus menjaga perdamaian dan kebhinekaan-nya sebagai bentuk kekayaan yang dianugerahkan oleh Tuhan YME.
Yayasan Kita Bhinneka Tunggal Ika berusaha menjadi salah satu bagian kecil dalam kelompok masyarakat yang memiliki peranan esensial untuk mewujudkan perdamaian dunia, dan menjadi KITA Bhinneka Tunggal Ika bercita-cita menjadi salah satu lembaga perdamaian yang solid dan berani mengambil peranan strategis dalam meruntuhkan konflik dan permusuhan yang semata-mata disebakan oleh prasangka buruk (negative stereotypes) terhadap eksklusifitas kelompok “kami vs mereka” dan merubahnya menjadi semangat ke-KITA-an.